Oleh: jurnalbalikpapan | Juli 2, 2008

Km 11 Balikpapan-Samarinda Longsor

Longsor Makin Parah

Kekhawatiran longsoran makin besar terjadi di Jalan Soekarno-Hatta KM 14 benar-benar terjadi. Bagi para pengendera kendaraan bermotor, sebaiknya berhati-hati jika melewati jalan ini,yang tak jauh dari Kantor Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.

Longsoran memakan lebih dari setengah badan jalan. Hal ini membuat kendaraan yang lewat jalan ini harus bergantian. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalim bekerja keras untuk merehabilitasi jalan ini.

Untuk kegunaan Jalan selama PON XVII Kaltim berlangsung, setengah badan jalan yang masih utuh dilakukan pengaspalan untuk mempermulus kendaraan yang jalan.(the)

Oleh: jurnalbalikpapan | Juli 2, 2008

Jalan Soeprapto Tak Kunjung Dilebarkan

Pelebaran Jalan R Soeprapto, hingga awal Juli ini masih menggantung. Pasalnya, pembebasan tanah terhadap warga yang terkena proyek ini belum tuntas. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pembebasan Tanah Pemkot, Agus Khoirul Anwar, mengatakan dari 64 warga di kelurahan Margasari dan Baru Ilir, masih ada sejumlah warga yang menjalani proses.

“Di Margasari itu tinggal satu orang. Sedang di Baru Ilir, masih ada beberapa. Saya kurang hapal,” terang dia, baru-baru ini.

Ia mengatakan, proses pembebasan tanah ini cukup lama karena tahapan pembebasan oleh Badan Pertanahan Nasional yang lama. Sebab, harus dilakukan sejumlah tahapan seperti pengukuran ulang, penggantian atau perubahan segel atau sertifikat.(the)

Oleh: jurnalbalikpapan | April 5, 2008

foto : thomas

LONGSOR : Pinggir jalan Soekarno-Hatta di Km 14 longsor. Jika terus dibiarkan, dikhawatirkan longsor juga akan memakan badan jalan.

Oleh: jurnalbalikpapan | April 3, 2008

Tolak Liberalisasi Pelabuhan

SP Pelindo IV Ancam Mogok Kerja

BALIKPAPAN, Jurnal.Serikat Pekerja (SP) Pelindo IV Balikpapan mengancam akan melakukan aksi demo jika DPR RI mengesahkan RUU Pelayaran pada Rapat Paripurna 8 April mendatang.
Ketua SP Pelindo IV Balikpapan M Sunarsyah mengatakan, dalam RUU itu akan membentuk Badan Pengelola Pelabuhan (BPP) yang akan mengatur penyelenggaraan, sehingga sejumlah kewenangan Pelindo akan hilang.
“RUU itu merupakan bentuk liberalisasi pelabuhan. Harus kita tolak. Nantinya, banyak negara asing yang akan masuk dan mendirikan pelabuhan di Indonesia,” terang Sunarsyah, Kamis (4/3).
Kepala Biro Hukum Pelindo IV ini mengatakan, jika RUU Pelayaran ini disahkan maka akan ada pengurangan karyawan Pelindo I-IV sekitar 4.600 orang. Saat ini total karyawan Pelindo sekitar 7.784 orang dan sekitar 150 orang berada di Pelindo IV Balikpapan.
“Pengurangan bakal dilakukan karena dalam draf RUU tersebut, Pelindo sudah tidak lagi menjadi port operator (operator pelabuhan) tapi hanya sebagai terminal operator,” ujar dia.
Maka konsekuensinya, kata Sunarsyah, kewenangan penguasaan tanah dan perairan, pemanduan kapal akan diambil alih oleh badan baru tersebut. “Ini akan berdampak pada pengurangan karyawan,” tambahnya.
Usaha yang dilakukan SP Pelindo IV Balikpapan sendiri telah menyampaikan suara tersebut kepada SP Pelindo pusat di Makassar. Begitu juga dengan direksi telah melakukan pembicaraan di pusat. Jika nantinya RUU itu disahkan maka seluruh pegawai Pelindo akan berdemo dan mogok kerja yang akan berdampak pada lumpuhnya aktifitas pelabuhan.
Dari pantauan Kaltim Post bentuk penolakan terhadap RUU ini ditunjukkan SP Pelindo dengan memasang sejumlah spanduk yang berisi dan dampak disahkannya RUU itu di sekitar Pelabuhan Semayang. Isi spanduk itu juga menyebutkan bahwa RUU Pelayaran akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.(the)

Oleh: jurnalbalikpapan | April 3, 2008

Jatah Elpiji Agen Dikurangi

Pertamina Sebut Pengalihan 12 Kg Jadi 50 Kg

BALIKPAPAN– Jatah tabung elpiji Pertamina untuk agen dikurangi. Hal itu diungkapkan Manajer Penjualan agen elpiji PT Kinibalu Jaya Raya Syahrul SE, kemarin (3/4).
Dari sebanyak sebanyak 11.840 tabung untuk PT Kinibalu, sebanyak 340 tabung ukuran 12 kg dikurangi atau menjadi 11.500 tabung. “Akibat pengurangan tabung sejak April ini, banyak pengecer maupun warga yang mengantre pagi dan sore hari di tempat kami,” terang Syahrul.
Menurutnya, alasan Pertamina mengurangi ini karena bisnis gas elpiji mengalami kerugian. Sehingga dilakukan pengurangan jatah tabung gas. Syahrul juga mengungkapkan bahwa setiap hari ratusan tabung gas kosong mengantre di tempatnya.
“Siang ini ada sekitar 700 tabung kosong. Dan baru dapat ditukar dengan yang berisi pada sore hari, karena antre di Depot Pengisian Gas Pertamina cukup lama,” terangnya. Pengurangan itu juga dilakukan terhadap 7 agen resmi elpiji lainnya di Balikpapan.
Dikonfirmasi, Asisten Manajer Pertamina BBM Retail Regional VI Kalimantan Bambang Irianto mengatakan, hal itu bukan pengurangan terhadap jatah elpiji kepada agen. Tetapi mengalihkan penggunaan tabung gas 12 kg menjadi 50 kg untuk kalangan industri. Sedangkan jumlah gas yang disalurkan tetap yaitu sebanyak 110-120 metrik ton per hari.
“Kita ingin menaikkan penggunaan tabung gas 50 kg oleh kalangan industri. Sebab, masih banyak industri seperti industri rumah tangga atau menengah yang memakai tabung 12 kg,” ujar dia.
Ia menjelaskan, jumlah gas yang dialihkan ke tabung elpiji 50 kg sebanyak 3,6 sampai 6 metrik gas elpiji per hari di Balikpapan. Pertamina menargetkan penggunaan tabung gas elpiji 50 kg yang baru sekira 10 persen dari penyaluran 120 metrik ton per hari naik 5-10 persen. (the)

Oleh: jurnalbalikpapan | Maret 28, 2008

wadukk-manggar.jpg

BERSIHKAN GULMA : Sejumlah pekerja tengah membersihkan gulma di Waduk Manggar, Karang Joang, Jumat (28/3). Sejak dua bulan terakhir gulma menutupi waduk manggar, kondisi tersebut mengancam pelaksanaan cabang olahraga dayung PON XVII yang akan dilangsungkan 6-18 Juli mendatang.

Oleh: jurnalbalikpapan | Maret 20, 2008

Rumah Purnawirawan Terbakar

bakar.jpg

FOTO : Thomas D

Rumah milik Sahrul, purnawirawan TNI, di Jalan Penegak RT 37 No. 1 , Kelurahan Damai hangus dilalap api, Kamis (20/3).

Kasus kebakaran tersebut hingga kini masih ditangani Polsekta Balikpapan Selatan. Belum diketahui asal mula penyebab api,

namun diduga penyebab kebakaran berasal dari kompor

.

Oleh: jurnalbalikpapan | Maret 16, 2008

Pengusaha Ikan Asin Merugi

dedede.jpg

FOTO : GILLY AD

RUGI : Seorang pengasin sedang mengecek ikan asin yang dijemurnya, di Manggar, Balikpapan Timur, Minggu (16/3/2008). Beberapa hari terakhir mereka tidak dapat menjemur karena cuaca buruk. Hal itu membuat mereka tidak berjualan.

Oleh: jurnalbalikpapan | Maret 16, 2008

Depdagri Menangkan Balikpapan

Depdagri Menangkan Balikpapan
Tapal Batas Tetap di Kemantis

BALIKPAPAN, Jurnal.  Selisih pendapat tentang tapal batas Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU) yang terjadi sejak 2005 lalu tuntas sudah. Departemen Dalam Negeri (Depdagri) akhirnya menyatakan bahwa Sungai Kemantis merupakan tapal batas antara Balikpapan dengan PPU.
Hal ini dibenarkan oleh Kasubag Batas Wilayah dan Kerjasama Antar Kota Bagian Perkotaan Drs Zukifli, Minggu (16/3). Keputusan itu disampaikan dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negri (Mendagri) yang disampaikan kepada Biro Pemerintah Pemprov Kaltim baru-baru ini.
“Surat itu sudah sampai ke Pemprov,” terangnya.
Dengan tetapnya batas wilayah kedua daerah berarti mengandaskan harapan PPU yang berpendapat batas kedua daerah adalah di sungai Tempadung. Hal itu mengacu kepada Peraturan Pemerintah 21 Tahun 1987 tentang Penetapan Batas Wilayah Kotamadya II Samarinda, Kotamadya II Balikpapan, Kab Dati II Kutai dan Kab Dati II Pasir. Yang dikuatkan dengan hasil ukur Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Tahun 1992 batas Balikpapan dengan Pasir sebagai tindak lanjut PP 21/1987.
Dijelaskan Zulkifli, dalam Surat Mendagri itu Depadgri meminta kepada Pemerintah Provinsi untuk melakukan rekonstruksi atau memperbarui patok yang sebelumnya telah berumur 20 tahun. Kemudian, Pemprov juga diminta mengambil koordinat yang baru batas Balikpapan dan PPU. Lalu Depdagri meminta peta batas tersebut.
Selama perjalanan proses penyelesaian sengketa, Pemerintah Kabupaten PPU dan Pemkot Balikpapan sepakat untuk melarang atau tidak memberikan izin untuk melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah antara Sungai Tempadung dan Sungai Kemantis. Namun dalam perjalanannya, masih terdapat perusahaan yang melakukan kegiatan pembukaan lahan.(the)

Oleh: jurnalbalikpapan | Maret 15, 2008

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori